Senin, 26 Januari 2009

Forer Effect

Sigh... Liburan yang ada sekarang membosankan ya. Tapi gak apa-apa, selama liburan ini aku belajar beberapa hal yang menarik. Satu di antaranya adalah belajar meramal ^^

Apa? Ada yang gak percaya? Sigh... Karena kamu yang meminta... Di bawah sudah aku tuliskan ramalan yang sesuai dengan 10 orang pertama yang membaca blog ini. Coba baca deh :D

PS : maap ya dalam bahasa Inggris...


You have a need for other people to like and admire you, and yet you tend to be critical of yourself. While you have some personality weaknesses you are generally able to compensate for them. You have considerable unused capacity that you have not turned to your advantage.

Disciplined and self-controlled on the outside, you tend to be worrisome and insecure on the inside. At times you have serious doubts as to whether you have made the right decision or done the right thing. You prefer a certain amount of change and variety and become dissatisfied when hemmed in by restrictions and limitations. You also pride yourself as an independent thinker; and do not accept others' statements without satisfactory proof.

But you have found it unwise to be too frank in revealing yourself to others. At times you are extroverted, affable, and sociable, while at other times you are introverted, wary, and reserved. Some of your aspirations tend to be rather unrealistic.


Gimana? Akurat gak? Tapi... Maap ya... Harus ngaku... Sebenarnya aku gak bisa meramal ;p

Pernah gak sih merasakan bahwa beberapa pseudoscience seperti horoskop, astrologi, dll tampak begitu nyata dan akurat ? Atau ada orang lain yang dapat membaca garis tangan dan menebak kepribadian seseorang ? Hmm... Mungkin ada sedikit penjelasan ilmiah yang masuk akal.

Hal yang mirip di atas pernah dilakukan oleh seorang psikolog bernama B. R. Forer terhadap mahasiswa fakultas psikologi tempat ia mengajar. Pertama, ia memberikan tes kepribadian kepada para mahasiswa tersebut. Kemudian, tanpa melihat hasil dari tes tersebut, Forer memberikan jawabannya pada para mahasiswa ( dengan kata lain dia hanya menebak, bahkan dirinya tidak kenal dengan mahasiswa tersebut ). Jawaban yang dipakai persis seperti di atas.

Hasilnya cukup mengagumkan karena selama bertahun-tahun, akurasi yang diperolehnya dianggap sangat tinggi. Dalam skala 0 – 5 ( dengan 0 berarti salah dan 5 berarti sangat akurat ) maka penilaian yang diberikan oleh para mahasiswa tersebut selalu dalam rata-rata 4,26 !!!

Kesimpulannya... Hanya dengan menebak saja Forer dapat meyakinkan mahasiswanya tersebut bahwa ia dapat membaca kepribadian mereka dengan akurat.

Lho... kok ??? Yup, fenomena ini kemudian dikenal sebagai Forer Effect ^^

Jadi Forer effect mengungkapkan adanya kecenderungan seseorang untuk menerima suatu pernyataan yang bersifat umum tanpa menyadari bahwa pernyataan tersebut dapat pula dipergunakan untuk orang lain. Coba perhatikan deh pernyataan di atas, semuanya gak spesifik untuk kita tapi entah mengapa terasa akurat kan?

The most common explanations given today to account for the Forer effect are self-deception, wishful thinking, vanity and the tendency to try to make sense out of experience. People tend to believe things about themselves that are false, if at the same time they deem them positive or flattering enough.

Jadi... Masih mau diramal ?

Well, I don't know about fate that could be foretold by someone or some pseudoscience. But I do believe that He governs my life...

Gbu always


- etherial dragon


Referensi :

Robert Todd Carroll. The Sceptic's Dictionary : Forer Effect. Available from URL: http://www.skepdic.com/forer.html

Glaukoma - Ketika Melihat Harus Mengintip

Tanggal 6 Maret diperingati sebagai hari glaukoma sedunia. Kenapa sih penting untuk diperingati? Sadar atau tidak, glaukoma merupakan penyebab kebutaan no 2 di dunia setelah katarak. Akan tetapi berbeda dengan katarak, kebutaan yang disebabkan oleh glaukoma bersifat permanen sehingga dapat dipastikan menimbulkan kecacatan.

Apa itu glaukoma?

Secara sederhana, glaukoma adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata. Dalam keadaan normal tekanan bola mata ( tekanan intra okular ) berkisar antara 10 - 21 mmHg, sedangkan pada penderita glaukoma dapat mencapai lebih dari 40 mmHg sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada saraf penglihatan yang ada di dalam bola mata.

Bila kita melihat bagian-bagian dari mata, bagian dalam bola mata terisi oleh cairan setengah padat yang disebut vitreus body ( vitreus = bening ) yang berfungsi untuk meneruskan cahaya ke retina. Dalam keadaan normal, produksi cairan vitreus seimbang dengan pengeluarannya. Akan tetapi pada penderita glaukoma terjadi penyumbatan pada saluran keluar cairan vitreus, menyebabkan penumpukan cairan di dalam bola mata. Hal ini mengakibatkan tekanan di dalam bola mata meningkat dan mendesak saraf penglihatan yang ada di retina. Akibatnya terjadi kerusakan saraf penglihatan yang ada dalam bola mata.


Faktor Resiko

Faktor resiko bagi seseorang untuk terkena glaukoma meliputi :
1. Tekanan bola mata tinggi, biasanya dicurigai bila tekanan bola mata > 21 mmHg
2. Riwayat glaukoma di dalam keluarga
3. Usia lebih dari 40 tahun
4. Menderita rabun dekat yang ekstrim
5. Menderita hipertensi
6. Menderita diabetes mellitus
7. Riwayat cedera pada mata


Diagnosis dan Penatalaksanaan

Glaukoma dapat dibedakan menjadi 2, yaitu glaukoma akut dan kronis.

Glaukoma akut merupakan glaukoma yang terjadi secara mendadak. Gejala yang dirasakan adalah nyeri pada bola mata yang dapat diikuti dengan penglihatan yang menjadi buram, silau bila melihat cahaya, mual dan muntah. Karena peningkatan tekanan bola mata terjadi secara mendadak, umumnya diperlukan tindakan segera untuk menurunkan tekanan bola mata untuk mencegah kebutaan.

Glaukoma kronis merupakan glaukoma dimana peningkatan tekanan bola mata terjadi secara perlahan. Glaukoma kronis sering dijuluki sebagai 'pencuri penglihatan' karena umumnya penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya menderita glaukoma kronis karena Tidak ada keluhan seperti rasa nyeri. Pada glaukoma kronis, kehilangan lapang penglihatan dimulai dari pinggir menuju ke arah tengah secara perlahan. Pada tahap lanjut, lapang penglihatan yang tersisa hanya di bagian tengah sehingga penderita seperti mengintip dari balik lubang kunci.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi:
1. Pemeriksaan tonometri untuk mengukur tekanan bola mata
2. Pemeriksaan perimetri untuk melihat lapang pandang pasien

Penanganan dari glaukoma meliputi pemberian obat untuk menurunkan tekanan bola mata, baik obat tetes maupun yang diminum. Terapi lainnya adalah operasi dan laser yang bertujuan untuk membuat saluran keluar cairan vitreus yang baru.

Sebenarnya ada gambar yang cukup bagus tapi terkait dengan copyright, mungkin bisa dilihat sendiri di alamat website

http://www.ahaf.org/glaucoma/about/Aqueous_BuildUp.htm
http://www.lowvisionclub.com/articles/seewhatisee.html

Semoga dengan diperingatinya hari glaukoma sedunia ini, banyak orang yang semakin menyadari tentang pentingnya menjaga kesehatan mata dan resiko kebutaan akibat glaukoma dapat dicegah. That's all ^^
Gbu always


- etherial dragon


Medical terms :

- akut

menggambarkan perjalanan penyakit yang mendadak muncul dan berat, biasanya dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan

- kronis

menggambarkan perjalanan penyakit yang perlahan tapi progresif, biasanya dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan


Referensi

Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia. Kenali, Waspadai dan Cegah Kebutaan Akibat Glaukoma. Diunduh dari http://www.perdami.or.id/2008/berita_detail.php?sdet=12

Noeker, RJ. Glaucoma, Angle Closure, Acute. Diunduh dari http://www.emedicine.com/oph/topic255.htm

Ritch, Robert. Glaukoma, Angle Closure, Chronic. Diunduh dari http://www.emedicine.com/oph/topic122.htm

Dominant Eye

Kemarin di bagian mata, aku belajar sesuatu yang menarik. Ternyata antara mata kiri dan mata kanan kita sebenarnya tidak sama peranannya dalam penglihatan. Ada mata yang bersifat dominan, yaitu mata dominan akan memberikan sebagian besar dari lapang pandang penglihatan kita. Sedangkan mata yang lainnya akan melengkapi lapang pandang penglihatan dari mata dominan.

Mata dominan itu mirip seperti tangan kita. Ada orang yang terampil menulis dan melakukan pekerjaan dengan tangan kanan tetapi ada juga yang kidal. Alasannya karena ada bagian otak yang dominan, dalam hal ini otak kanan mengontrol bagian tubuh kiri dan demikian pula sebaliknya.

Bagaimana cara kita tahu mata mana yang dominan? Sederhana kok.
1. Dengan kedua tangan, buat segitiga dengan jempol dan jari telunjuk seperti bingkai.
2. Arahkan ke benda yang agak jauh misalnya lampu atau jam dinding, minimal 6 meter.
3. Tutup salah satu mata dan lihat benda yang tadi kita tuju.
4. Perhatikan deh, ada mata yang bisa melihat benda yang kita tuju dengan jelas dan ada yang tidak.
5. Mata yang bisa melihat benda yang kita tuju itulah mata kita yang dominan.

Aku punya mata kanan yang dominan. Bagaimana dengan kalian?
Gbu always


- etherial_dragon

Ketika Menggantuk Saat Belajar

Pernah ada yang nanya hal ini di Yahoo! Answer, dan aku pikir ini pertanyaan yang menarik. Biasanya orang belajar itu caranya unik sekaligus nekat, biasanya dikenal dengan 'sistem kebut semalam'. Tapi efek sampingnya jelas ngantuk.

Tapi kalau ngantuk saat belajar gimana dong? Lalu cara supaya bisa berkonsentrasi? Untuk jawabannya coba lihat tips di bawah.

Pertama, bagaimana dengan waktu tidurnya? Orang-orang berusia dewasa muda umumnya memerlukan 6-8 jam untuk tidur. Kalau memang kurang jelas akan mengantuk dan seharian tidak fit.

Kedua, bagaimana dengan cara belajarnya? Banyak penelitian menunjukkan kalau otak kita hanya bisa menerima informasi secara efektif itu 30 menit. Jadi jelas, kita hanya akan bisa belajar secara marathon 4 jam lebih, maksimal 1-2 jam. Setelah itu, harus istirahat, kalau tidak maka gak ada yang masuk.

Oleh karena itu, cara belajar yang baik tentunya bukan sistem kebut semalam tapi dicicil 1-2 jam per hari. Habis itu, kalau diperlukan bisa langsung tidur karena ternyata pada saat tidur, otak akan mengatur ulang semua ingatan yang diperoleh pada hari itu. Oleh maka istirahat itu penting setelah belajar karena membantu otak menyimpan informasi.

Terus bagaimana untuk bisa konsentrasi? Caranya ya harus fokus. Usahakan agar tidak mudah terganggu, terutama saat jam pelajaran atau saat kuliah. Pilih tempat yang tenang sehingga tidak terganggu oleh orang lain.

Memang, ada beberapa penyakit yang bisa mengganggu konsentrasi tapi umumnya baru muncul setelah usia 40 tahun. Lain halnya kalau pernah cedera kepala. Itu biasanya harus konsultasi ke dokter saraf untuk melihat ada atau tidaknya gangguan.

Untuk suplemen, vitamin B kompleks terbukti membantu kerja otak, tapi kafein pada kopi mungkin bermanfaat... Dalam keadaan terdesak ;p

Gbu always


- etherial dragon

First Post

Akhirnya ada juga waktu untuk mengurus blog aku. Setelah hampir setengah tahun sibuk sekali di bagian Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin.

Sejak saat itu rindu banget bisa menulis blog lagi tapi kesibukan gak mendukung aku. Sedih deh, padahal aku sudah mengumpulkan banyak banget topik, ide dan cerita untuk ditulis tapi tetap gak ada waktu. Ya sudah, sekalian aku memindahkan account dan tulisan aku dari blog Friendster ke Blogger.

Banyak banget yang ingin ditulis, semoga saja bisa menjadi masukan buat semuanya. Aku saat ini juga sedang mencari teman yang bisa diajak menulis, terutama mengenai dunia kesehatan. Tepatnya sedang mencari anak-anak FKUI lainnya yang bisa diajak menulis bersama. Mudah-mudahan saja ketemu, doakan saja ok?


Today is Lunar New Year, hope that I can write to my heart desire in this time forward...


- etherial dragon